Mata kuliah Bahasa Inggris Umum dirancang untuk mahasiswa non–Bahasa Inggris dengan pendekatan praktis, kontekstual, dan berbasis kehidupan digital. Mata kuliah ini bertujuan membantu mahasiswa menggunakan Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dasar dalam konteks akademik, sosial, dan digital, khususnya yang berkaitan dengan media sosial dan pembuatan konten sederhana.
Pembelajaran tidak menekankan pada penguasaan teori tata bahasa secara mendalam, tetapi pada keberanian, keterpahaman, dan relevansi penggunaan Bahasa Inggris dalam situasi nyata yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. Proses pembelajaran bersifat interaktif, kolaboratif, dan aplikatif, dengan aktivitas yang mengaitkan Bahasa Inggris dengan dunia media sosial, komunikasi online, dan literasi digital.
Mata kuliah Analisa Sensori membahas prinsip, metode, dan penerapan evaluasi sensori untuk penilaian mutu serta pengembangan produk pangan. Perkuliahan diawali dengan konsep dasar evaluasi sensori, atribut sensori, serta mekanisme fisiologis dan psikologis pengindraan yang memengaruhi persepsi panelis. Selanjutnya dibahas standar penyelenggaraan uji sensori yang baik berdasarkan pedoman/standar yang berlaku, termasuk pengelolaan lingkungan uji, penyiapan sampel, serta seleksi dan pelatihan panelis. Mahasiswa kemudian mempelajari dan mempraktikkan berbagai metode uji sensori meliputi uji pembedaan (misalnya uji segitiga dan duo-trio), uji afektif (uji hedonik, rating/acceptance, dan ranking/preference), serta uji deskriptif seperti Quantitative Descriptive Analysis (QDA). Pada tahap akhir, mahasiswa dilatih mengolah dan menganalisis data hasil uji sensori menggunakan pendekatan statistik/perangkat lunak, serta menyusun interpretasi dan pelaporan hasil secara komunikatif dan ilmiah melalui kegiatan diskusi, simulasi, dan praktikum.
Mata kuliah ini
mempelajari pengetahuan mengenai klasifikasi komponen makro dan mikromolekul
pangan, peran/fungsi komponen kimia pangan, struktur kimia, sifat-sifat
fisiko-kimia, reaksi kimia, dan sumber produk pangan meliputi: air,
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Healthy
Food Processing Technology merupakan mata
kuliah wajib. Mahasiswa diperkenalkan tentang konsep pangan
sehat serta peran teknokrat teknologi pangan guna berkontribusi dalam
mewujudkan tujuan besar SDGs (Sustainable
Development Goals) diantaranya yaitu mengatasi kelaparan, serta mencapai
kesehatan yang baik dan kesejahteraan. Selain itu, mahasiswa diberikan
pemahaman terkait dampak pengolahan pangan terhadap perubahan pigmen warna
dalam bahan pangan, prinsip-prinsip
pengolahan pangan sehat berbasis pangan fungsional dan teknologi pengolahan
minimal serta lanjutan. Mata kuliah ini juga mencakup pengantar regulasi dan
standar keamanan pangan terkait klaim kesehatan, serta inovasi dalam industri
pangan sehat untuk mendukung pola makan yang lebih baik dan pencegahan penyakit
tidak menular. Selain teori, mahasiswa diberikan tugas proyek yang berfokus
pada pengolahan pangan sehat berbasis pangan lokal dan metode pengolahan yang
sederhana. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan produk pangan sehat yang
inovatif serta memahami peluang implikasi teknologi pangan terhadap kesehatan
masyarakat.
Mata kuliah Analisis
Pangan membahas prinsip, konsep, dan penerapan metode analitis yang dirancang
untuk menilai kualitas dan keamanan pangan. Pangan memiliki berbagai
karakteristik, termasuk komposisi kimia, sifat fisik, dan kualitas sensorik,
baik dalam bentuk segar maupun olahan yang dimana mengharuskan penggunaan
pendekatan analitis yang sesuai untuk memastikan kualitas produk, nilai gizi,
dan penerimaan konsumen. Mengingat permintaan yang terus meningkat terhadap
pangan dan eksplorasi berbagai sumber pangan, cakupan analisis pangan sangat
luas. Hal ini mencakup penentuan komponen utama seperti air, abu, protein, dan
vitamin, serta pemeriksaan senyawa spesifik dan kontaminan kimia yang dapat
menimbulkan risiko kesehatan. Pilihan metode analitis bergantung pada
karakteristik sampel, tujuan analisis, dan pertimbangan terkait kecepatan,
ketepatan, dan akurasi, yang didukung oleh proses validasi metode yang
disesuaikan dengan matriks pangan spesifik yang diteliti. Melalui kursus ini,
mahasiswa akan memperoleh pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis dalam
melakukan analisis terkait komposisi dan keamanan pangan, dengan fokus khusus
pada penilaian kandungan air, abu, protein, vitamin C, kafein, formalin, dan
rhodamine B, sehingga berkontribusi pada pengendalian kualitas dan perlindungan
konsumen.
Mata kuliah Kimia
Dasar membahas prinsip-prinsip fundamental kimia yang menjadi landasan dalam
pengembangan teknologi dan inovasi di bidang pangan. Materi mencakup struktur
atom dan sifat periodik unsur, ikatan kimia dan struktur molekul, stoikiometri
dan reaksi kimia, sifat larutan dan kesetimbangan, termokimia dan kinetika
reaksi, serta reaksi redoks, sistem koloid, dan polimer yang relevan dengan
bahan pangan. Pemahaman terhadap konsep-konsep ini memungkinkan mahasiswa
menganalisis fenomena kimia pada tingkat molekuler dan makroskopik sebagai
dasar perancangan proses pengolahan, pengendalian stabilitas produk, serta
pengembangan inovasi berbasis teknologi dalam sistem pangan. Dengan pendekatan
konseptual dan kuantitatif, mata kuliah ini mendukung pembentukan kompetensi
ilmiah yang diperlukan untuk pengembangan solusi teknologi pangan yang efektif
dan berkelanjutan.
Mata kuliah ini
membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami dan menerapkan prinsip serta
dasar teori penanganan ikan segar; memahami dan menjelaskan metode pengawetan
hasil perikanan; serta memahami dan menjelaskan konsep teknologi dan proses pengolahan
hasil perikanan, untuk meningkatkan nilai tambah dengan menghasilkan produk
olahan yang bermutu, aman, dan bernilai ekonomis.
Mata kuliah HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) merupakan mata kuliah wajib yang memberikan mahasiswa wawasan terkait pemahaman konseptual dan aplikatif mengenai regulasi dan sistem manajemen keamanan pangan berbasis pencegahan. Mahasiswa mempelajari prinsip-prinsip HACCP, identifikasi dan analisis bahaya biologis, kimia, allergen, dan fisik pada proses produksi pangan, serta penentuan titik kendali kritis (Critical Control Point/CCP) untuk menjamin keamanan produk pangan.
Mata kuliah ini juga membahas prasyarat HACCP termasuk cara higien yang baik, penerapan batas kritis, sistem pemantauan, tindakan koreksi, verifikasi, serta dokumentasi dan pencatatan. Melalui studi kasus dan simulasi sederhana, mahasiswa diharapkan mampu menyusun dokumen dan mengevaluasi rencana HACCP pada berbagai jenis produk pangan sesuai dengan standar dan regulasi keamanan pangan yang berlaku.Mata kuliah ini
membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai potensi dan
karakteristik beragam bahan pangan lokal Indonesia. Mahasiswa akan mempelajari
prinsip-prinsip inovasi produk, metode pengembangan produk baru, analisis pasar
dan konsumen, serta aspek-aspek penting dalam komersialisasi produk pangan
lokal yang memberikan peluang inovasi dan merancang konsep produk pangan lokal
yang memiliki nilai tambah, daya saing, dan berkelanjutan.